Pantaskah aku barkata : "aku telah beriman".
MasyaALLOH Ternyata sangat sulit untuk menilai hati sendiri. Terkadang ketika merasa bahwa hati ini selalu damai dan merasa bahwa sudah beriman, apakah benar sudah beriman...? terkadang dalam waktu lama tidak bermaksiat, muncul lagi rasa bahwa sudah beriman, apakah betul sudah beriman?. terkadang sering mendapat nikmat yang lebih hingga muncul rasa bahwa ini terjadi karena hati ini sudah beriman. apakah betul hati ini sudah beriman? terkadang ketika datang musibah, masalah, halangan muncul rasa bahwa itu adalah cobaan atau ujian dari ALLOH, apakah betul itu ujian? bisa jadi itu peringatan atau bahkan azab? sangat sulit menilai hati ini...!
MasyaALLOH Ternyata sangat sulit untuk menilai hati sendiri. Terkadang ketika merasa bahwa hati ini selalu damai dan merasa bahwa sudah beriman, apakah benar sudah beriman...? terkadang dalam waktu lama tidak bermaksiat, muncul lagi rasa bahwa sudah beriman, apakah betul sudah beriman?. terkadang sering mendapat nikmat yang lebih hingga muncul rasa bahwa ini terjadi karena hati ini sudah beriman. apakah betul hati ini sudah beriman? terkadang ketika datang musibah, masalah, halangan muncul rasa bahwa itu adalah cobaan atau ujian dari ALLOH, apakah betul itu ujian? bisa jadi itu peringatan atau bahkan azab? sangat sulit menilai hati ini...!
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
“Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya
Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya
Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta. (Al-Ankabut [29]: 2-3).
Apakah pantas mulut ini mengatakan bahwa kami sudah beriman? setelah membaca ayat ini, sudah selayaknya kita sering menilai diri kita sendiri.
Apakah segala halangan, musibah, dan masalah yang sering kita alami adalah ujian?
Atau bahkan itu adalah jebakan syetan untuk merusak hati kita? jika itu yang terjadi, sudah barang tentu untuk lebih berhati-hati akan tipu daya syetan.
Apapun rasa yang ada didalam hati ini, sebisa mugkin untuk selalu ingat kepada ALLOH, selalu berusaha untuk menjalankan perintah dan menjauhi laranganNYA. dan selalu mengharap ridho dari ALLOH. Mengharap surga dari ALLOH.
Karena tidak ada seorangpun yang layak menerima kejayaan didunia dan di akhirat hanya dengan pernyataan iman dari mulut. Subhanalloh...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar